Ø Pengertian konseling individual
Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan
masalah kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan
keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Dalam hal
ini harus selalu diingat agar individu pada akhirnya dapat memecahkan setiap
masalah yang mungkin akan dihadapi dalam kehidupannya.
Konseling individual merupakan pelayanan bantuan secara profesional melalui
hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan
seorang untuk mengentaskan masalah yang dihadapi individu dalam kehidupannya.
Konseli mengalami kesukaran pribadi yang tidak dapat ia pecahkan sendiri,
kemudian ia meminta bantuan konselor sebagai petugas yang profesional dalam
jabatannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya.
Dalam layanan konseling individual, konselor memberikan ruang dan suasana
yang memungkinkan konseli membuka diri setransparan mungkin. Dalam konseling
diharapkan konseli dapat mengubah sikap, keputusan diri sendiri sehingga ia
dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan
kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Pemilihan dan
penyesuaian yang tepat dapat memberikan perkembangan ini individu dapat lebih
baik dalam lingkungannya.
Terkait dengan lengkapnya penerapan pendekatan dan teknik serta asas-asas
yang ada dalam konseling individual, maka sering dianggap sebagai ”jantung
hatinya” pelayanan konseling yang berarti sebagai berikut:
·
Konseling individual seringkali merupakan layanan
esensial dan puncak (paling bermakna) dalam pengentasan masalah konseli.
·
Seorang ahli (konselor) yang mampu dengan baik menerapkan
secara sinergis berbagai pendekatan, teknik dan asas-asas konseling dalam
layanan Konseling individual, diyakini akan mampu juga menyelenggarakan
jenis-jenis layanan lain keseluruhan spektrum pelayanan konseling.
Ø
Tujuan Konseling individual
Konseling bertujuan membantu membantu individu untuk mengadakan
interpretasi fakta-fakta, mendalami arti nilai hidup pribadi, kini dan
mendatang. Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan
kesehatan mental, perubahan sikap, dan tingkah laku. Konseling menjadi strategi
utama dalam proses bimbingan dan merupakan teknik standar serta merupakan tugas
pokok seorang konselor di pusat pendidikan.
Tujuan umum layanan Konseling individual adalah terentaskannya masalah yang
dialami konseli. Apabila masalah konseli itu dicirikan antara lain: sesuatu
yang tidak disukai adanya, suatu yang ingin dihilangkan, sesuatu yang dapat
menghambat atau menimbulkan kerugian, maka upaya pengentasan masalah konseli
melalui Konseling individual akan mengurani intensitas ketidaksukaan atas
keberadaan sesuatu yang dimaksud. Dengan layanan Konseling individual beban konseli
diringankan, kemampuan konseli ditingkatkan, dan potensi konseli dikembangkan.
Ø Fungsi Konseling
individual
Dalam kerangka tujuan umum di atas, maka dalam layanan Konseling individual
dapat dirinci dan secara langsung dikaitkan dengan fungsi-fungsi konseling
secara menyeluruh diembannya yaitu sebagai berikut:
·
Melalui layanan konseling individual konseli memahami
seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komprehensif, serta
positif dan dinamis (fungsi pemahaman).
·
Pemahaman yang mengarah kepada dikembangkannya persepsi
dan sikap serta kegiatan demi terentaskannya secara spesifik masalah yang
dialami konseli tersebut (fungsi pengentasan).
·
Pengembangan dan pemeliharaan potensi konseli dan
berbagai unsur positif yang ada pada dirinya merupakan latar belakang pemahaman
dan pengentasan masalah konseli dapat dicapai (fungsi pengembangan dan
pemeliharaan).
Layanan konseling individual seringkali menjadikan pengembangan/
pemeliharaan potensi dan unsur-unsur positif konseli sebagai fokus dan sasaran
layanan, diperkuat oleh terentaskannya masalah, akan merupakan kekuatan bagi
tercegah menjalarnya masalah yang sekarang sedang dialami itu, serta diharapkan
tercegah pula masalah-masalah baru yang mungkin timbul timbul (fungsi
pencegahan). Masalah yang
dialami yang dialami konseli menyangkut dilanggarnya hak-hak konseli sehingga
konseli teraniaya dalam kadar tertentu, layanan konseling individual dapat
menangani sasaran yang bersifat advokasi (fungsi advokasi). Melalui layanan konseling individual konseli memiliki
kemampuan untuk membela diri sendiri menghadapi keteraniayaan itu. Kelima
sasaran yang merupakan wujud dari keseluruhan fungsi konseling itu, secara
langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk kehidupan sehari-hari yang
efektif (efektive daily living).
Ø Asas-asas
konseling individual
Kekhasan yang paling mendasar layanan konseling individual adalah hubungan
interpersonal yang amat intens antara konseli dan konselor. Asas-asas konseling
akan memperlancar proses dan memperkuat bangunan yang ada di dalamnya. Yang
mendasar seluruh kegiatan layanan konseling individual adalah asas kerahasiaan,
kesukarelaan, kesukarelaan, keterbukaan, kekinian, kegiatan, kenormatifan dan
asas keahlian.
·
Asas kerahasiaan
Hubungan interpersonal yang amat intens sanggup membongkar berbagai isi
pribadi yang paling dalam sekalipun, terutama pada sisi konseli. Untuk ini asas
kerahasiaan menjamin jaminannya. Segenap rahasia pribadi konseli yang
terbongkar menjadi tanggung jawab penuh konselor untuk melindunginya. Keyakinan
konseli akan adanya
perlindungan yang demikian itu menjadi jaminan untuk suksesnya pelayanan.
·
Asas kesukarelaan dan keterbukaan
Kesukarelaan penuh konseli untuk menjalani proses layanan konseling
individual bersama konselor menjadi buah dari terjaminnya kerahasiaan pribadi
konseli. Dengan demikian kerahasiaan dan kesukarelaan menjadi unsur dwi-tunggal
yang mengantarkan konseli ke arena proses layanan konseling individual. Asas
kesukarelaan akan menghasilkan keterbukaan konseli.
Konseli pada awalnya dalam kondisi sukarela untuk bertemu dengan konselor.
Kesukarelaan awal ini harus dipupuk dan dikuatkan. Apabila penguatan
kesukarelaan awal ini gagal dilaksanakan maka keterbukaan tidak akan terjadi
dan kelangsungan proses layanan terancam kegagalan. Jadi seberat apapun
pengembangan kesukarelaan dan keterbukaan itu harus dilakukan konselor, apabila
proses konseling hendak dihidupkan.
·
Asas kekinian dan kegiatan
Asas kekinian diterapkan sejak paling awal konselor bertemu konseli. Dengan
nuansa kekinianlah segenap proses layanan dikembangkan dan atas dasar kekinian
pulalah kegiatan konseli dalam layanan dijalankan.
Konseli dituntut untuk benar-benar aktif menjalani proses perbantuan
melalui layanan konseling individual, dari awal dan selama proses layanan
sampai pada periode pasca layanan. Tanpa keseriusan dalam aktifitas yang
dimaksudkan itu dikhawatirkan perolehan konseli akan sangat terbatas atau
keseluruhan proses layanan itu menjadi sia-sia.
·
Asas kenormatifan dan keahlian
Semua aspek teknis dan isi layanan konseling individual adalah normatif
artinya tidak boleh terlepas dari kaidah-kaidah norma yang berlaku baik norma
agama, adat, hukum, ilmu, dan kebiasaan. Konseli dan konselor terikat
sepenuhnya oleh nilai-nilai dan norma yang berlaku.
Sebagai seorang yang ahli dalam pelayanan konseling, konselor mencurahkan
keahlian profesionalnya dalam pengembangan konseling individual untuk
kepentingan konseli dengan menerapkan semua asas di atas. Keahlian konselor itu
diterapkan dalam suasana normatif terhadap konseli yang sukarela, terbuka,
aktif agar konseli mampu mengambil keputusan sendiri. Seluruh kegiatan
konseling individual ini bernuansa kekinian dan rahasia pribadi sepenuhnya
dirahasiakan.
Wahhh menarik poatinganya
BalasHapusKunjungan perdana gann
BalasHapusilmu bermanfaat nih
sippp brow
BalasHapusilmu ini sangat bermanfaar bagi seorang konselor :)
BalasHapusmaksih,, yang lainnya kang...
BalasHapus