A.
Pengertian Konseling Keluarga
Sebelum kepada model-model konseling
keluarga maka berikut ini akan dikemukakan defini konseling keluarga. “Family
therapy is an interactive proces which seeks to aid the family in regaining a
homeostatic balance with which all the members are confortable in pursuing this
objective the family therapist operates under certain basic assumptions”. Definisi
tersebut dapat disimpulkan bahwa konseling keluarga adalah suatu proses
interaktif untuk membantu keluarga dalam memcapai keseimbangan dimana setiap
anggota keluarga merasakan kebahagiaan. Untuk mencapai hal tersebut ini
dikemukakan asumsi-asumsi dasar yang dapat menunjang pencapaian tujuan. Konseling
keluarga adalah usaha membantu individu anggota keluarga untuk
mengaktualisasikan potensinya atau mengantisipasi masalah yang dialaminya,
melalui sistem kehidupan keluarga, dan mengusahakan agar terjadi perubahan
prilaku yang positif pada diri individu yang akan memberi dampak positif pula
terhadap anggota keluarga lainnya.
B.
Model-Model Konseling Keluarga
Salah
satu model konseling keluarga adalah terapi keluarga atau family therapy.
Terapi ini mulai dikembangkan sejak
tahun 1950. Terapi keluarga merupakan suatu metode yang menggunakan pendekatan
struktural dalam menanggani masalah keluarga. Titik tolak dari pendekatan ini
ialah pendapat bahwa keluarga merupakan suatu sistem sosialterkecil. Jadi, jika salah seorang anggota keluarga
mengalami masalah-masalah yang mengganggu keseimbangan dirinya atau penampilan
tingkah lakunya maka seluruh keluarga yang lain akan juga mengikuti gangguan
atau goncangan itu.
Ø Diagnosis dan konseling oleh Ackerman
(Ackerman’s Family Diagnosis and Counseling).
Nothan W. Ackerman,seorang psikiatri di
New York yang secara professional telah mengembangkan dan menyebarluaskan
konseling keluarga dengan menekankan interdipendensi antara prosedur diagnosis
dan penanganan (treatment). Ia menjelaskan putusan diagnotis menentukan
kejelasan penentuan tujuan konseling dan kekhususan tekhnik yang digunakan
dalam konseling keluarga serat interview terhadap keluarga menjadi komponen
essential dalam sistem diagnosis dalam konseling keluarga.
Untuk
mencapai tujuan, seorang konselor keluarga spesifik sebagai berikut:
1. Membantu keluarga mencapai kejelasan
pembatasan konflik.
2. Mendudukkan konflik pada tempat yang
sebenarnya.
3. Meluruskan prasangka-prasangka rasional
yang tercakup dalam konflik dengan cara:
o
Membebaskan
beban yang terlalu banyak pada seseorang sebagai anggota dalam satu keluarga.
o
Membebaskan
beban kesedihan karena konflik dalam keluarga, di mana seharusnyadapat saling
berhubungan dengan efektif.
o
Mengaktifkan
masuknya unsur emosi yang baik ke dalam hubungan antar anggota keluarga.
Ø Konseling keluarga secara bersama-sama
oleh Safir (Safir’s Conjoint Family Counseling).
Virgina Safir sebagai seorang ahli
terapi, mempunyai ciri seorang yang suka langsung, penuh semangat, otoriter
dalam pertemuan-pertemuan dengan anggota keluarga. Selama mengadakan pertemuan
dengan keluarga, Safir memmbuat pertanyaan lebih banyak daripada anggota
keluarga. Tujuannya adalah untuk mengembangkan interaksi antar anggota
keluarga. Dia melakukan semua hal ini dengan komunikasi verbal yang sangat baik
dan dengan dirinya sendiri sebagai pusatnya.
Dalam pelaksanaan konseling, Safir
menuntut suami dan istri sama-sama hadir dalam wawancara pertama, ia menekankan
pentingnya kebutuhan laki-laki dan perempuan dalam rangka memperoleh informasi
tentang masalah keluarga. Dalam wawancara pertama, Safir mengajukan pertanyaan
untuk mengetahui apa yang diinginkan keluarga tersebut dan apa yang diharapkan
dari konseling dan kemudian secara mendalam mengetahui keadaan atau sifat
keluarga yang diberikan bantuan. selanjutnyaSafir menjelaskan bahwa tiap
keluarga memberikan kontribusi yang tidak sama dengan keluarga lainnya dan
terhadap kesulitannya. Hal inilah yang perlu dimengerti oleh konselor sebelum memberikan
bantuan. Dalam membantu keluarga agar hubungannya lebih efektif, Safir menempuh
dua jalan,anatar membantu orang tua untuk mengerti anaknya dan penerimaan
timbal balik antar mereka sendiri.
Ø Konseling keluarga berdasarkan Triad
(Triad’s Based Family Counseling)
Grald H. Zuk seorang ahli psikoterapi
dari Philadelphia mengembangkan konseling keluarga berdasarkan hubungan antara
tiga atau lebih dalam keluarganya, yang menurut anggapannya lebih baik daripada
berdasarkan yang banyak dilakukan oleh ahli psikoanalisis. Zuk menekankan bahwa
triad itu dipakai sebagai perbaikan dari model dyad, yaitu terapi keluarga
berdasarkan hubungan tiga orang dalam keluarga:
1. Antara anak – ibu – anak
2. Antara anak – ayah – anak
3. Antara ayah – ibu – anak
Karena kesulitan dan permasalahan
keluarga tersebuit kemungkinan harus melibatkan dua atau lebih anggota keluarga
yang saling bertentangan. Dalam mengatasi pertentangan keluarga, seorang
terapis diharapkan mampu berperan sebagai penengah dan pelerai.
Ø Konseling kelompok keluarga oleh Bell
(Bell’s Family Group Counseling)
Jhon Elderkin Bell, seorang ahli
psikoterapi dari California. Dalam konselingnya memfungsikan pentingnya
hubungan dalam keluarga sebagai cara untuk memperkuat hubungan sebagai suatu
kelompok. Menurut Bell tugas yang harus segera dilakukan adalah membantu
memperluas dan memperbaiki hubungan antar anggota keluarga. Peningkatan
komunikasi keluarga sebagai cara yang paling baik untuk pemecahan masalah
keluarga. Bell mengajarkan kepada keluarga untuk:
- Sifat yang lebih
fleksibel.
- Lebih terbuka.
- Langsung.
- Jelas.
- Lebih disiplin
dalam memilih dan membentuk hubungan.
- Konseling
tingkah laku keluarga oleh Liberman (Behavior Counseling)
R.
Paul Liberman, seorang ahli psikiater dari California telah menerapkan
teori-teori dan prosedur konseling tingkah laku dalam keluarga. Menurutnya
tugas terapis adalah:
- Menyebutkan
secara panjang lebar mengenai tingkah laku penyesuaian yang buruk
(maladaptive behavior).
- Memilih
tujuan-tujuan yang masuk akaldari beberapa alternatif, tingkah laku yang
sesuai (adaptive behavior).
- Mengarahkan dan
membimbing keluarga untuk merubah tingkah laku yang tak sesuai dengan
tingkah laku yang sesuai.
Dalam
penerapan teori tingkah laku ke dalam konseling keluarga, Liberman menekankan
pada empat hal pokok:
- Menciptakan dan
memelihara konselingyang positif dengan jalan menggunakan penguatan sosial
dan model.
- Mendiagnosis
problem-problem keluarga ke dalam istilah tingkah laku.
- Mengimplementasikan
prinsip-prinsip tingkah laku dari penguat dan model (contoh) dalam
hubungan interpersonal.
- Liberman
membedakan beberapa tingkah laku konselor yang cendrung mengecilkan
pentingnya hubungan antar konselor dan klien. Bahkan ada beberapa kritik
bahwa konseling tingkah laku cendrung menggunakan pendekatan mengajar
secara mesin (teaching machine) terhadap perubahan kepribadian.
Dalam membuat penialaian tingkah laku,
Liberman menanyakan kepada tiap-tiap anggota keluarga berturut-turut apakah dia
senang melihat perubahan-perubahan dari keluarga lain dan apakah dia menyukai
dibedakannya dengan dirinya serta perbedaan apa yang dikehendaki di lihat pada
keluarga lain. Jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu digunakan sebagai
pedoman, sehingga dia dapat membuat pilihan yang seksama terhadap tujuan
tingkah laku yang spesifik. Analisis tingkah laku belum selesai sesudah
pertemuan pertama, tetapi harus dilakukan secara rutin sampai problem tingkah
laku mereka berubah.
Liberman menggunakan model atau
permainan peranan dalam melakukan penyembuhan. Model itu dapat dalam satu dari
konselor, atau anggota keluarga. Jika model menujukkan tingkah laku yang
diinginkan berarti bantuan yang diterima positif dan mungkin klien akan
menirunya. Dalam konseling tingkah laku mengutamakan pula adanya kesepakatan
antara pribadi, antara konselor dan anggota keluarga untuk mengubah problem
tingkah laku yang lebih sesuai. Liberman mengatakan bahwa pendekatan tingkah
laku pada konseling keluarga memerlukan keuletan tenaga dari konselor,
berlainan dengan pendekatan psikoanalisis.
Ø Konseling dampak ganda oleh Gregor
(multiple impact counseling)
Robert Ma Gregor seorang ahli
psikologi, mengembangkan suatu metode untuk menangani keluarga dengan melihat
gangguan dan krisis pada masa remajanya. Metode itu disebut multiple impact
counseling yang sering disingkat dengan MIC. MIC melibatkan orang-orang yang
ada hubungannya dengan keluarga tersebut, misalnya saudara, tetangga, teman,
dan lain-lain. Konselor pun terdiri dari bermacam-macam ahli, yaitu ahli
psikologi, psikiater, pekerja sosial, dokter dan lain-lain. MIC mencoba
menolong klien dan keluarga melalui proses alamiah menuju keperbaiakan fungsi.
Pelaksanaan konseling dengan cara pertemuan (conference) antara konselor, klien
dan keluarganya dan orang-orang lain seperti tersebut di atas. Dalam pertemuan
terjadi wawancara dan diskusi antara konselor dengan klien dan keluarganya. MIC
dilaksanakan selama dua setengah hari dan sering selama dua hari saja MIC telah
selesai. Pertemuan, wawancara dan diskusi dilakukan pada pagi dan sore hari
secara terus menerus selam dua hari itu.
Ø
Campur
tangan jaringan social oleh Speck (social network intervention)
Ross V. Speck seorang psikiater, dengan
teman-temanya telah mengembangkan konseling keluarga. Dalam campur tangan
jaringan sosial ini Speck dan teman-temanya melibatkan seluruh saudara,
teman-teman. Tetangga dari keluarga yang bermasalah yang kelihatannya mempunyai
pengaruh yang berarti bagi keluarga itu. Caranya dengan mengadakan pertemuan di
rumah keluarga tersebut, dan melibatkan kira-kira 40 orang. Tempat pertemuan
dapat juga diadakan di rumah salah satu keluarga. Salah seorang dari mereka
dapat juga diadakan dipilih menjadi pimpinan jaringan sosial tersebut. Seorang
pimpinan dibutuhkan perasaan peka terhadap waktu, empati, perasaan akan suasana
hati kelompok dan mempunyai kharisma. Dia juga harus mempunyai kecakapan untuk
memberikan kepercayaan, bertanggung jawab dan memberikan penyelesaian yang baik
terhadap anggota jaringan.
Anggota jaringan mendapatkan perasaan
kesatuan dan pikiran yang menyenangkan seperti halnya tim pemain sepak
bola,mereka dapat melepasakan ketegangan dengan berlari, meloncat dan
berteriak. Bagi yang mengalami krisismendapat pusat perhatian dan untuk
penyelesaiannya dilakukan secara terpisah. Sebelum diskusi jaringan dengan
keluarga, informasi yang pokok dikumpulkan untuk melengkapi konstruksi dari
strategi jaringan pada pertemuan pertama. Sebelum sidang, prosedur yang
biasanya dilakukan adalah konselor memasang tape recorder, mengumpulkan
pendapat anggota keluarga, mendengarkan desas-desus dan biasanya didapat
informasi tentang kelompok. Dalam hal ini biasanya konselor bertindak sebagai
pembantu dengan dua atau empat orang berprofesi sebagai penasehat tersebut
dalam latihan sebagai konselor jaringan, tetapi juga berprofesi sebagai
pelopor. Kepercayaan tercipta selam hubungan akrab satu persatu dengan konselor
selam sidang, mungkin setelah itu tidak ada hubungan lagi. Karena iotu
dipesankan oleh konselor untuk membentuk jaringa komuniksi secara tetap. Dalam
jaringan ini timbul perasaan baru dari para anggota dan sadar akan rasa
kebersamaan.
Ø
Konseling
keluarga ganda oleh Laqueur (multiple family counseling)
H. Peter Laquer adalah seorang
psikiater, ia menciptakan multiple family counseling. Ia mengatakan bahwa
konseling yang demikian telah berkembang menjadi kebutuhan karena ia melihat
sejumlah ketidak efisienan konselor dalm mengobati krisis keluarga di rumah
sakit-rumah sakit pemerintah tempat ia bekerja. Laquer dan kelompoknya mulai
melakukan terapi ini pada klien-klien di rumah sakit dan keluarganya. Dari apa
yang dilakukan dan dikembangkan oleh Laquer dan teman-temanya, maka ada
kepercayaan bahwa konselor keluarga ganda dapat memberikan perubahan dala
pola-pola interaksi secara lebih cepat dan lebih efektif dari pada yang biasa
dilakukan dengan penanganan tunggal pada keluarga. Terutama ketika ada anggota
yang mengidap penyakit schizophrenia, konseling keluarga ganda dapat memberikan
hasil yang lebih baik dari pada konseling tunggal kepada keluarga. Laquer
percaya, karena hadirnya keluarga lain dan klien lain akan mendorong orang yang
terserang schizophrenia untukdengan lebih aktif berusaha mengenali perbedaan
diri dan kebebasannya dari pada terus menerus bertahan dalam hubungan simbiotik
kepada keluarganya yang teritama menimbulkan sakitnya itu.
Laquer juga berbicara tentang jenis
komunikasi yang sesuai untuk setiap jenis keluarga dan bahasa untuk orang yang
terkena schizophrenia. Di menemukan keluarga lain yang dapat dugunakan sebagai
perantara antara konselor dan keluarga itu, dan antara konselor dan orang yang
terkena schizophrenia serta sering juga untuk menjernihkan hubungan antara
klien itu dengan keluarganya. Setelah memperkenalkan konseling keluarga ganda
di New York Hospital, Laquer pindah ke Vermont. Di sana dia terus mempraktekkan
konseling tersebut. Ketika ia melakukan serentak untuk empat atau lima
keluarga, dari prakteknya sendiri atau dari rumah sakit dan klinik kesehatan
mentalnya, dia menjelaskan bahwa problem mereka akan digabungkan. Tetapi
tiap-tiap keluarga harus merasa bebas apakah akan ikut bersama-sama mengadakan
pembicaraan lagi ataukah tidak setelah pertemuan pertama. Setiap keluarga akan
ditangani hanya jika tiap anggota keluarga memerlukan bantuan.
Keluarga-keluarga itu bercampur dalam
pendidikan dan latar belakang sosial ekonominya. Laquer percaya bahwa dalam
campuran yang acak itu, orang dari latar belakang serupa akan cendrung untuk
berinteraksi secara dangkal. Lain dengan misalnya seorang anak sopir dengan
seorang anak profesor. Menurut laquer dapat membuat orang tua mereka
masing-masing terlibat pembicaraan yang lebih efisien, dibanding dengan dari
orang tua yang berlatar belakang sejenis.
Keluarga yang tidak meninggalkan
pertemuan pertama, biasanya suka untuk mengikuti penangan selanjutnya. Waktu
yang diperlukan untuk jenis konseling ini adalah sekitar 12 sampai 18 bulan.
Laquer melaporkan bahwa kebanyakan keluarga itu semula tidak mengetahui mengapa
mereka harus berada dalam kelompok itu dan bagaimana dapat dibantu untuk
membicarakan problem mereka dihadapan keluarga lain dengan problemnya
sendiri-sendiri pula. Kemuadian baru mendapatkan pengertian dari pihak keluarga
lain dan mendapat dukungan emosional dalam kelompok itu, sehingga mengurangi
rasa sakit daro problem yang dirasakan. Akhirnya baru dapat menghadapai dengan
tenang bahwa mereka memang telahmenyebabkan adanya problem itu.
Laquer
telah menyebutkan satu persatu meklanisme perubahan yang dia yakini dala
konseling keluarga ganda ini, yaitu:
- Konseling
keluarga ganda menggunakan keluarga yang agar tidak terganggu secara
co-counselor (konselor pembantu). Karena semua keluarga dala kelompok itu
umumnya memiliki sebuah problem, maka konseling keluarga ganda memberikan
kesempatan kepada mereka dalam kerangka kerja tersebutuntuk mengadakan
komunikasi dan memperoleh pengertian yang lebih baik. Dengan keadaan
demikian satu keluarga dengan senang hati dapat menerima keluarga yang
lain dan keluarga yang lain itu dapat berperan sebagai co-counselor dalam konseling.
- Laquer percaya
bahwa kompetisi di antara keluarga di dalam sistem konseling keluarga
ganda ini, akan menghasilkan perubahan yang lebih cepat dala tahap awal
penanganan. Sedang kooperasi (kerjasama) akan menimbulkan kompetisi pada
tahap akhirnya.
- Konseling
keluarga ganda akan membantu menyebarluaskan bahwa individu anggota
keluarga harus mengerti tingkah lakunya, reaksi-reaksinya, dan
tabiat-tabiatnya secara umum terhadapa orang lain dalam lingkungannya.
Konselor menggunakan konsep ini dalam mengembangkan interaksi untuk
membuat perasaan, problem-problem, dan kebutuhan orang-orang yang diobati
itu yang sebelumnya ditutp-tutupi, sehingga dengan demikian dapat
ditemuaka cara baru untuk menangani mereka.
- Anggota kelompok
diberi kesempatan untuk mengamati keadaan konflik yang sejenis. Untuk
melihat bahwa keluarga yang lain mempunyai problem yang dapat dibandingkan
dengan problemnya.
- Konseling
keluarga ganda seperti yang dikatakan Laquer, memeberikan kesempatan
dengan apa yang dia sebut belajar melalui identifikasi. Dia tunjukkan
bahwa orang dapat mengerti peranannya dan mengembangkan secara efektif
dengan mengamati orang lain dalam hubungan-hubungannya. Perkawinan dapat
menjadi baik setelah orang itu mengamati perkawinan orang lain. Hubungan
anak dan orang tua dapat menjadi baik setelah melihat hubungan anak dan
orang tua lain.
- Pengalaman
konseling keluarga ganda memberikan kesempatan kepada keluarga untuk
mencoba gaya tingkah laku baru. Dapat melihat bagaimana oramng lain
memnerikan kepada mereka jika mereka beretingkah laku lain. Dalam
konseling keluarga ganda ini dimana hubungan keluarga-keluarga disatukan,
klien dan anggota keluarga lain merasa dan aman untuk membangun tingkah
laku yang adaptif dibandingkan dengan keadaan dalam konseling keluarga tunggal
(hanya keluarganya sendiri).
- Karena adanya
sifat terbuka pada akhirnya akan membuat keluarga yang bersangkutan
berbeda-beda tahap penanganannya. Ia menyatakan bahwa orang dengan besar
sintomnyadalam keanggotaan kelompok konseling keluarga ganda ini, mengembangkan
perubahan dan sikap berikutnya dalam perubahan itu terjadi pada anggota
kelompok yang lain setelah melihat adanya tabiat yang dewasa dari model
yang pertama tadi.
h. Konseling keluarga ganda memberikan kesempatan kepada konselor untuk
menggunakan tipe tingkah laku yang lebih baru, lebih realistis seperti
yang ditunjukkan oleh seorang individu atau keluargasebagai dasar
untukmengarahkan perhatian seluruh kelompok serta untuk mengajak seluruh
keluarga dan individu lain memiliki situasi yang efektif dan realistis
seperti tersebut di atas.
Laquer menjelaskan bahwa kelompok
konseling keluartga ganda mudah berubah pendirian dan mudah goncang dan gagal
jika konselor tidak membawanya ke dalam situasi yang baru. Konselor harus
memiliki kecakapan untuk membetulkan dengan cepat jika terjadi kesalahan
fungsi, harus ada inisiatif untuk memilih pendekatan-pendekatan dalam situasi
yang kritis. Laquer menganjurkan perlunya evaluasi yang lebih seksama dan
penelitia selanjutnya. Dia juga menunjukkan kesimpulan sementara mengenai
konseling keluaraga ganda ini berdasarkan 600 keluarga yang mengalami konseling
ini.